SMP Negeri 1 cisarua

Tetap semangat dalam berkarya

Pengumuman Unair

[LENGKAP]

Penerimaan Mahasiswa Baru Unair

[LENGKAP]

Pengumuman Sekolah

Guru yang Sertifikasi

Oleh Admin

Salah satu aspek penentu dalam keberhasilan pembangunan suatu bangsa adalah dilihat dari tingkat keaksaraan penduduknya, yaitu dimana kebutahurupan merupakan salah satu indikator untuk menetapkan tingkat pembangunan sumber daya manusia/Indek Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Indeks (HDI). Berdasarkan hasil penilaian program pembangunan PBB (UNDP) pada tahun 2002, bahwa Indonesia tingkat HDI/IPMnya menduduki peringkat ke 110 di bawah Vietnam (109), Cina (96), Filipina (77), Thailand (70), dan Malaysia (59). Ini artinya di kawasan Asia Tenggara saja bangsa Indonesia menduduki peringkat terakhir dari negara-negara yang di survey oleh badan dunia tersebut.
Hal tersebut sesuai berdasarkan hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2000 bahwa penduduk Indonesia yang masih menyandang buta huruf ada sejumlah 18.682.765 orang, dimana sebanyak 5.956.462 orang berusia 10 – 44 tahun dan diantara angka tersebut 64,07 % adalah perempuan. Sebetulnya jumlah orang yang buta huruf tersebut merupakan modal potensial pembangunan bangsa, apabila dibina dan dididik atau dibelajarkan melalui program Keaksaraan Fungsional. Hal ini bukan berarti pemerintah dan masyarakat tidak memberikan pelayanan pendidikan pada mereka. Banyal hal yang mempengaruhi mengapa timbulnya sebagian masyarakat yang buta huruf, diantaranya :
a.       Tiap tahun masih banyak anak yang putus sekolah dasar kelas I, II dan III sehingga menjadi buta huruf kembali.
b.      Masih ada warga masyarakat yang karena berbagai hal, tidak dapat mengikuti sekolah terutama dikarenakan faktor ekonomi dan geografis.
c.       Adanya sebagian masyarakat yang buta huruf kembali dikarenakan kurang intensif dalam pemeliharaan keaksaraannya.
d.      Akibat resesi ekonomi yang melanda negara kita, mengakibatkan jumlah penduduk miskin bertambah jumlahnya, kemiskinan akan menimbulkan kebodohan dan rendahnya kedewasaan dalam berfikir dan bertindak, sehingga manfaat dan keyakinan akan pentingnya pendidikan (khususnya  dalam membaca, menulis dan berhitung) terabaikan.

Selamat datang

Oleh Admin

Selamat datang pengunjung Web Sekolah 1 cisarua